5 Cara Supaya Berat Badan Tidak Bertambah & Perut Tidak Buncit

Waktu masih kurus

Tring. Ada notifikasi di handphone saya, pesan baru masuk di WhatsApp. Ternyata dari grup teman-teman kuliah dulu. Seseorang mengirimkan foto kita semua yang diambil 6 tahun lalu, saat kita sedang jalan-jalan angkatan, perpisahan di akhir masa-masa kuliah.

Saya tertegun.

Semua orang tampak… beberapa kilogram lebih ringan!

Ya, ini yang terjadi pada hampir semua orang, umumnya pria. Setelah lulus kuliah dan bekerja, mereka jadi lebih gemuk. Sebagian bahkan membuncit perutnya. Yang sudah menikah bahkan umumnya lebih gemuk & buncit lagi. Saya pernah melakukan survei lewat Facebook ke beberapa orang. Semua mengakui berat badan mereka bertambah setelah lulus, bervariasi antara 5 hingga 30 kg kenaikannya. Mengapa jadi buncit ya? Gimana cara mencegahnya?

Catatan tentang “Amburegul Emeseyu Bahrelway”: Yuk Terus Belajar Bahasa Inggris!

Beberapa minggu terakhir, jagat social media kita dihebohkan dengan amburegul bahereway. Apa itu?

Lihat saja screenshot ini:

14082384802003223637

Ini tersangkanya, video iklan pasta gigi Close Up dengan soundtrack berjudul Titanium oleh David Guetta.

Jujur, memang lucu sih, menertawakan orang yang tidak punya kemampuan listening bahasa Inggris yang dengan polosnya bertanya seperti itu.

Tapi tahu tidak, sebenarnya dengan menertawakan dia (entah siapa dia) kita juga menertawakan diri kita sendiri. Suka tidak suka. Menertawakan bangsa Indonesia yang memang kemampuan bahasa Inggrisnya masih harus diasah lagi. Berdasarkan English Proficiency Index dari English First, Indonesia menempati peringkat 25, masuk kategorimoderate proficiency alias pas-pasan. Nggak bego-bego amat, tapi juga tidak bisa dibilang lancar.

Siapa tahu, kita menertawakan seseorang yang punya semangat keras untuk belajar bahasa Inggris? Dan ada kemungkinan yang kita tertawakan ramai-ramai karena sudah berani bertanya seperti itu adalah pelajar SD? Berkaca pada diri sendiri, rasanya di usia SD saya memang belum punya kemampuan berbahasa Inggris, boro-boro mendengar lirik lagu berbahasa Inggris dengan baik.

Walaupun pelajaran bahasa Inggris ada sejak SD sampai SMA, tapi apa itu secara signifikan membuat kita bisa cas-cis-cus membaca, mendengar, dan berbicara dalam bahasa Inggris? Saya sih bisa bilang tidak.

Banyak orang dewasa yang tidak PD berbahasa Inggris. Ada yang takut membaca teks atau artikel berbahasa Inggris, sehingga harus menggunakan Google Translate. Lebih-lebih mendengar lagu bahasa Inggris, lebih-lebih lagi harus mengobrol dengan orang bule.

Kalau saya sendiri, alhamdulillah, sekarang saya bisa bilang saya lancar berbahasa Inggris, setelah melewati tahun demi tahun belajar bahasa Inggris secara otodidak. Tidak benar-benar sempurna tentu saja. Saya tidak hafal isi kamus Inggris-Indonesia, saya yakin grammar saya pun masih tidak sempurna. Tapi setidaknya saya percaya diri untuk menulis profil dan CV dalam bahasa Inggris, melahap bacaan berbahasa Inggris, menulis email dalam bahasa Inggris, mendengarkan materi presentasi/training berbahasa Inggris, hingga berbincang-bincang dengan orang asing dalam bahasa Inggris.

Sungguh pelajaran SD-SMA tidak cukup untuk membuat kita lancar berbahasa Inggris. Jadi di postingan ini saya mau berbagi cara saya belajar bahasa Inggris yang saya lakukan selama ini tanpa berhenti hingga kapan pun. Cara belajar otodidak ini menurut saya sangat menyenangkan. Jangan merasa tertekan dengan perasaan “harus belajar”, karena dari aktivitas seru sehari-hari, kita bisa belajar bahasa Inggris.

Bagaimana caranya man?

Kolaborasi vs Kompetisi, Mana yang Kamu Pilih?


Pedagang Pakaian

Dari dulu saya heran melihat suatu daerah/jalan yang isinya penjual-penjual dengan bidang usaha yang sama. Kok mau sih berbisnis di tempat yang banyak saingannya gitu?

Sebut saja, misalnya pedagang baju di Tanah Abang, pedagang parcel di Cikini, pedagang elektronik di Glodok, pedagang komputer di Mangga Dua, bengkel dan pedagang aksesoris motor, hingga jasa fotokopi dan print yang meluber di sekitar kampus.

Kalau sesama kompetitor jualan sebelahan, mau nggak mau akan terjadi perang harga bukan? Yang untung sih memang konsumen, tapi margin keuntungan si pengusaha makin tipis dong. Artinya seharusnya mereka berkembangnya pelan-pelan.

Tapi kalau dilihat-lihat, kenapa yang jualan di Tanah Abang makin banyak ya, sampai luber ke jalan segala? Di kampus, saya malah melihat makin banyak tempat fotokopi baru yang dibuka. Terus kok saya belum pernah dengar ada toko di Glodok bangkrut karena tidak ada pembeli ya? Nah, tapi?

Buang Sampah Sembarangan, Cerminan Mental Miskin

Ada sebuah kejadian di Piala Dunia Brazil 2014 lalu yang menyentak hati saya. Supporter Jepang membersihkan sampahnya sendiri di stadion seusai pertandingan!

Suporter Jepang Membuang Sampah Sembarangan

Ya, sampahnya dipungut dan dikumpulkan sendiri! Sebuah sikap yang jauuuuh banget berlawan dengan sebagian besar masyarakat Indonesia yang saya lihat.

Memang orang Indonesia seperti apa?

Manfaat Tidur Siang (Power Nap), Tidak Ngantuk Walau Abis Makan Siang

Menguap

“Bro, gw ngantuk banget broo abis lunch gini..”

Familiar sama kondisi demikian?

“Minum kopi dulu ah biar segar lagi buat kerja, enak kali ya?”

Dan ini solusi yang paling sering kita lakukan, bener ya?

Sepertinya banyak di antara kita yang mengalami hal sama. Setiap harinya, setelah jam13 atau umumnya setelah makan siang, kita dalam fase ngantuk-ngantuknya. Memang begitulah fase tingkat kesadaran manusia, atau siklus biologis tubuh, biasa disebut circadian clock/rythm.

Grafik Circadian

Garis merah menunjukkan rasa ngantuk manusia. Lihat mulai jam 1 ke atas rasa kantuk meningkat, di sore hari tidak ngantuk lagi, dan kembali naik saat malam datang

Apa yang biasanya kita lakukan kalau sudah mulai ngantuk? Ya itu tadi, ada yang minum kopi, ada yang maksa matanya dimelek-melekin, ada yang jalan-jalan, ada juga yang nggak tahan, lalu tidur di meja kerja atau di dalam kelas. Read More…

Yang Banyak Belum Tentu Benar, Beranilah untuk jadi Benar Walaupun Sendirian #BeraniBeda

BeraniBeda

Kebanyakan orang.. buang sampah sembarangan. #

Kebanyakan pengendara motor.. tidak tertib berlalu lintas.

Kebanyakan pelajar/mahasiswa.. menganggap menyontek itu tidak apa-apa kalau memang sedang kepepet. #

Kebanyakan masyarakat.. punya minat baca yang rendah. #

Kebanyakan komputer.. softwarenya bajakan. #

Kebanyakan yang mengambil SIM.. memilih menembak biar cepat lulus. #

Kebanyakan perokok.. buang puntungnya sembarangan.

Kebanyakan muslim.. jarang baca Quran.

Kebanyakan yang ditilang polisi.. maunya damai.

Kebanyakan penonton TV.. menonton sampah sinetron, gosip, dan acara haha-hihi tanpa manfaat.

Kebanyakan ayah.. tidak aktif mengurus & mendidik anaknya, Indonesia is fatherless country. #

Kebanyakan remaja.. kecanduan pornografi. #

Milikilah prinsip, walaupun itu harus membuatmu menjadi orang paling aneh di dunia ini.

Saya sih #BeraniBeda, kalau kamu?

#BeraniBeda Berani Walaupun Sendiri


Photo Credit: Nina Matthews Photography via Compfight cc

Review Kopdar #SMSCHore Juni 2014: Social Media harus Mendukung Tujuan Bisnis Perusahaan!

Social Media

Semalam, saya hadir lagi di kumpul-kumpulnya komunitas penggiat dunia digital khususnya social media, namanya Social Media Strategist Club, atau biasa kita semua sebut sebagai #SMSChore. Saya bisa bilang, semalam adalah salah satu sesi #SMSCHore paling insightful. Let me show you why.

Sesi semalam menghadirkan pembicara tunggal, Pavel Bulowski, ASEAN Regional Sales Manager, Socialbakers. Buat yang belum tahu, Socialbakers itu salah satu tools analytics social media yang paling powerful dan paling banyak dipake oleh agency atau brand buat memantau social media.

Dan inilah poin-poin yang gw tangkap dari #SMSChore semalam. Maaf kalau tidak terlalu lengkap, lengkapnya bisa cek Twitter stream-nya di #SMSCHoreRead More…

%d bloggers like this: